Text
Sang Rubah Salju Epos Mengagumkan tentang Perempuan Penggiat Revolusi
St. Petersburg – kota yang terkenal bukan hanya karena keindahnnya, tetapi juga karena perjalanan sejarah mulai awal berdiri pada tahun 1703 oleh Peter The Great hingga pada tahun 1914, Nicholas II mengubah namanya yang berbau ‘Jerman’ menjadi : Petrograd (Kota Peter), yang bertahan sampai kejatuhan Kekaisaran Romanov, dan menandai awal berkuasanya Kaum Bolshevik pada tahun 1924 maka kota ini disebut sebagai Leningrad ‘ untuk menghormati jasa pemimpin Kaum Bolshevik, Lenin). Masa-masa pemerintahan garis keras lenin semakin bertambah saat Stalin memegang kekuasaan sepeninggalan Lenin. Kepemimpinan diktator Stalin telah merubah sejarah Rusia menjadi Uni Soviet yang menyingkirkan segala sesuatu yang berbau ‘kebaratan’ , dan mencatat jumlah yang sama banyaknya dengan pendahulu sebelumnya, korban-korban yang dihabisi demi alasan memperkuat paham Komunisme yang telah menyebar ke segala penjuru dunia.Menjelang awal tahun 90-an, tepatnya pada 1991, nama kota ini kembali menjadi St. Petersburg, menandai awal perubahan baru di Republik Uni Soviet. Kisah berikut ini adalah ‘sekelumik’ dari sekian banyak perjuangan masyarakat negara ini dalam menghadapi pergolakan tiada henti yang melanda kehidupan masa kanak-kanak hingga dewasa selama beberapa keturunan. Ini adalah kisah wanita yang dijuluki ‘Sashenka’ atau sang Rubah Salju pejuang Bolshevik dari kaum bangsawan.
Pada tahun 1916, Alexandra Samuilovna Zeitlin, baru berusia 16 tahun saat ia dijemput oleh pihak berwajib dari Institute Smolny - Sekolah Para Bangsawan, dan dijebloskan dalam tahanan dengan tuduhan bekerja sama dengan pemberontak. Berkat pengaruh ayahnya, Tuan Besar Samuil Moiseievich Zeitlin, bankir terkenal dan kaya-raya di St. Petersburg, maka gadis yang dikenal dengan panggilan ‘Sashenka’ – Sang Rubah Salju (terutama karena mantel leher dari bulu rubah yang ia kenakan) hanya menginap semalaman dalam tahanan yang cukup mengerikan. Kenalan dan keluarganya menyangka bahwa gadis ini ditahan hanya karena kesalahan semata, yang disebabkan oleh pengaruh Mendel Abramovich Barmakid – pemimpin Kaum Bolshevik sekaligus saudara Ariadna Zeitlin (nama aslinya Finkel Abramovich), ibu Sashenka. Tiada yang mengetahui secara pasti hingga hal itu sudah terlambat, bahwa Sashenka yang cerdas dan memiliki semangat tinggi, telah ‘dijejali’ aneka pengetahuan oleh pamannya, dan dijadikan kandidat mata-mata dalam jaringan pemberontak Bolshevik yang sedang gencar meruntuhkan pemerintahan (Kaisar) Tsar Nicholas II, yang digerogoti pula sendiri oleh kaum bangsawan lain hingga terpecah antara pengikut Rasputin yang didukung oleh (Ratu) Tsarina Alexandra, dengan Grand Duke – kemenakan Tsar Nicholas.
| B00328 | B-Novel & Sastra SA SI | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain