Text
Debu, Duka, Dsb.: Sebuah Pertimbangan Anti-Theodise
Barangkali kita akhirnya seperti nenek tua yang rela “menerima segala” dengan takzim. Tuhan Maha-Akbar tapi manusia mungkin tak berbahagia. … Setelah itu semua—gelombang ganas tiba-tiba menjulang hitam tinggi seperti ular raksasa yang menyemburkan tulah, dan beribu-ribu nyawa putus dan mayat berserakan dan orang hilang, dan berkilometer daratan tergerus dan bukit terbelah dan hutan tercukur dan pepohonan hangus, dan kota remuk seakan terkena beliung laut … Seseorang pernah mengatakan bahwa kematian beribu-ribu manusia itu tanda mereka dijemput lebih awal ke surga. Dengan kata lain: kita harus bersyukur, atau setidaknya memahami, mekanisme kasih sayang Tuhan. Tapi ada yang belum bisa dipahami: apa maksud Tuhan dengan yang tidak ikut mati—anak-anak yang jadi cacat, anak-anak yang jadi yatim, si bungsu yang kehilangan tiga saudara sekandung, ibu yang direnggutkan dari bayi pertama yang tercekik air …
| B00299 | B-Novel & Sastra DE GO | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain