RA. Kartini

Perpustakaan ABN NasDem

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kaum Demokrat Kritis : Analisis Perilaku Pemilih Indonesia Sejak Demokratisasi

Text

Kaum Demokrat Kritis : Analisis Perilaku Pemilih Indonesia Sejak Demokratisasi

Saiful Mujani - Nama Orang; Liddle, R William, - Nama Orang; Kuskridho Ambardi - Nama Orang; Galang Aji Putro - Nama Orang; Zaim Rofiqi - Nama Orang;

Di negara-negara demokrasi modern, warga negara menentukan siapa yang akan berkuasa melalui pemilihan umum. Warga negara merupakan pemutus akhir dalam persaingan untuk menentukan mana di antara para kontestan yang memperoleh kewenangan atas mereka. Legitimasi demokratis adalah sejauh mana warga negara menilai pemerintahan secara positif. Perilaku pemberian suara memiliki makna demokratis bila perilaku itu terjadi dalam konteks persaingan politik demokratis. Secara umum, mayoritas pemilih Indonesia setuju atau sangat setuju dengan pernyataan bahwa demokrasi merupakan pemerintahan terbaik bagi Indonesia. Tingkat persetujuan mereka mencapai puncaknya pada 2004 dan tetap bertahan tinggi sampai saat ini. Mayoritas pemilik hak suara secara konsisten mengatakan bahwa demokrasi selalu merupakan system pemerintahan yang lebih disukai walaupun tidak sempurna. Dalam survei Asian Barometer, makna-makna penting demokrasi yang diidentifikasi oleh orang-orang Indonesia beraneka ragam dan bisa dikelompokkan menjadi dua kategori : kebebasan politik dan kesejahteraan yang dikombinasikan dengan pemerataan kehidupan ekonomi. Masyarakat Indonesia cukup terbelah dalam kedua pemahaman ini, walaupun agak lebih banyak responden yang memahami demokrasi sebagai kebebasan politik, termasuk pemilihan umum yang bebas, kebebasan berbicara, dan kebebasan mengkritik penerapan kebijakan pemerintah. Ini menunjukan bahwa sebagain besar orang Indonesia memahami demokrasi secara akurat sebab makna umum yang universal dari demokrasi memang kebebasan politik, bukan kesejahteraan atau pemerataan ekonomi, walaupun kesejahteraan atau pemerataan ekonomi bisa mempengaruhi demokrasi.


Ketersediaan
B00574B-Politik & Pemerintahan KA SATersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
B-Politik & Pemerintahan KA SA
Penerbit
Jakarta : KPG Kepustakaan Populer Gramedia.,
Deskripsi Fisik
xiii, 326 halaman ; 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-481-142-6
Klasifikasi
B-Politik & Pemerintahan
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, April 2019
Subjek
Pemilihan umum
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Saiful Mujani, R. William Liddle, Kuskridho Ambardi ; editor, Galang Aji Putro ; penerjemah, Zaim Rofiqi
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar



Klasifikasi Koleksi Buku Perpustakaan
  • General
  • Filsafat & Psikologi
  • Agama
  • Politik & Pemerintahan
  • Kebijakan Publik

  • Sosial
  • Hukum
  • Biografi
  • Sejarah & Geografi
  • Kepemimpinan & Pengembangan Diri
  • Novel & Sastra
  • Ekonomi



Klasifikasi Koleksi Buku Digital Perpustakaan
  • General
  • Filsafat & Psikologi
  • Agama
  • Politik & Pemerintahan
  • Kebijakan Publik

  • Sosial
  • Hukum
  • Biografi
  • Sejarah & Geografi
  • Kepemimpinan & Pengembangan Diri
  • Novel & Sastra
  • Ekonomi

Pencarian Spesifik