Text
Denizenship: Kontestasi dan Hibridasi Ideologi di Indonesia
Model citizenship di Indonesia adalah hibridasi-oposisional antara nilai-nilai liberal dan komunitarian sehingga tepat jika disebut sebagai model denizenship. Arena model denizenship di Indonesia dikatakan berlangsung dalam logic-framework perumus kebijakan publik, dan lebih spesifik lagi pada arena politik “subsidi energi”. Berdasarkan pelacakan, ditemukan bahwa bekerjanya structural adjustment program—yang berkorelasi terhadap pengetatan APBN dan reduksi subsidi—dapat dijadikan bukti bahwa liberalisme menjadi orientasi nalar perumus kebijakan dalam memaknai relasi kuasa antara negara dan warga negara. Nalar liberal bekerja dengan meminimalisir peran Negara kepada warga negara, sekaligus mengintegrasikan warga negara kepada pasar global. Privatisasi sektor migas adalah bagian dari paket liberalisasi melalui deregulasi sektor tersebut. Akibatnya, terjadi transformasi posisi energi sebagai komoditas strategis yang merupakan bagian dari amanat UUD 1945. Sumberdaya energi yang didedikasikan bagi ‘hajat hidup orang banyak’ dan harus ‘dikuasai negara’, menjadi komoditas komersil yang diserahkan kepada mekanisme pasar. Karena itu, Indonesia menghibridasi paradigma liberal dan komunitarian yang keduanya sejatinya bekerja dengan logika yang saling berkebalikan. Dengan model denizenship—yaitu mempekerjakan dan dipekerjakan oleh regime of knowledge yang saling berkontestasi dan tak terdamaikan, jelaslah kausa berbagai polemik dan dilema dalam relasi kuasa antara negara dan warganegara di Indonesia.
| B00446 | B-Politik & Pemerintahan DE VE | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain