Text
Sapto Hoedojo Dalam Liputan Media
.
Siapa yang tidak kenal dengan pelukis ?kondang? dari Yogyakarta ini? Rambut perak, kulit hitam, menyukai kacamata warna gelap, sepatu putih, gelang plus kalung emas bermedali. Itulah pelukis Sapto Hoedojo, yang bernama lengkap Doktor Raden Mas Sapto Hoedojo FRSA (Felloe Royal School of Art), kelahiran Sala (Jawa Tengah) 6 Februari 1925. Ketika bertemu SH sepuluh tahun lalu, Sapto yang sejak kecil gemar berolahraga selain berkelahi, masih tampak sehat dan tegap, mengesankan usia yang relatif muda dibanding usia sebenarnya. ?Sejak kecil saya tidak merokok. Saya gemar renang dan atletik,? akunya ketika membuka rahasia resep awet mudanya waktu itu. Di banyak kesempatan resmi, Sapto yang selalu didampingi isteri keduanya, Yani, tampil ?dandy? dan ?flamboyan?, mengesankan keberhasilan usahanya dalam dunia materi.
Namun dalam keseharian, ia lebih sering bertelanjang dada dengan sepotong celana jins buntung. Sesekali ia memakai kemeja lengan buntung, nyentrik. Dalam ?pakaian seragam? seperti itulah ia bekerja berkeringat di galerinya di Jalan Sala, Maguwo, Yogyakarta. Ia melukis, memahat, membatik, dan memelihara burung. Bila jenuh, dengan mobil kesayangannya Mustang-Ford-nya warna putih ia ngebut, jalan-jalan menuruti nalurinya.
| B02379 | B-Biografi SA YB | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain