Text
Harmoni itu kita : ketika kebaikan melampaui batas dan perbedaan / Tim Kick Andy
Sebagian dari kita mungkin mulai merasakan jengah berada dalam situasi era sekarang ini. Niat baik sekalipun dipertanyakan, diragukan, bahkan mungkin juga ditampik lantaran datang dari mereka yang berlatar belakang berbeda. Padahal sejatinya, kebaikan adalah hakikat manusia, tak memandang batas dan perbedaan: bisa datang dari siapa saja, dari mana saja, dan ditujukan kepada siapa saja. Dari begitu banyak perbedaan bersisian dengan kebaikan, ajang penghargaan Kick Andy Heroes kembali memilih tujuh sosok yang bisa mewakili harmoni ini. Dari Surabaya, ada Dokter Michael Leksodimulyo, yang punya jabatan mentereng, tetapi rela terjun ke lapangan atau blusukan ke kolong jembatan dan gang kumuh untuk melayani kaum papa dan gelandangan. Secercah kebaikan tanpa melihat titel, status sosial, dan bahkan mungkin mengembalikan profesi dokter kepada hakikatnya sebagai penolong tanpa pamrih. Apalagi, selama ini layanan kesehatan memang belum prima, bahkan untuk bagian paling hakiki manusia, yakni jiwa. Nah, langkah kebaikan untuk ikut menangani masalah gangguan jiwa justru datang dari seorang kusir atau sais delman dari Bekasi bernama Marsan. Tanpa bekal medis apa pun, bahkan hanya lulusan SMP, dengan hidup serba pas-pasan, Marsan mampu merawat sekitar 300 pengidap gangguan jiwa dan berupaya memulihkan mereka. Secercah harapan dan kebaikan yang terwujud harmoni, itulah gambaran yang mereka tunjukkan. Meski berkiprah dengan cara yang berbeda, mereka memberikan contoh upaya yang dilakukan. Dan sepatutnya kita lanjutkan.
| B00188 | B-Kepemimpinan & Pengembangan Diri HA YU | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain